Berusaha Menyajikan Konten Berbahasa Indonesia

Post Top Ad

Post Top Ad

03.49

Taksi Astra Tantang Dominasi Blue Bird

Jakarta, KompasOtomotif - Guna memperluas lingkup bisnisnya, Grup Astra melalui anak perusahaannya PT Serasi Autoraya (SERA) siap mengoperasikan pelayanan transportasi umum taksi di Jakarta, mulai awal 2015. Segenap persiapan sudah dilakukan perusahaan dan diharapkan segera bisa beroperasi.

"Untuk tahap awal kami mengoperasikan 500 unit dulu, tapi sebenarnya sudah siap sampai 1.000 unit," jelas Jeffery Sirait, Direktur SERA di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (17/12/2014). 

Dalam situs resminya, Grup Astra pertama kali menggulirkan bisnis taksi di Surabaya sejak 2004. Hingga kini, O-RENZ memiliki 300 unit armada baru yang siap beroperasi dengan menggunakan Toyota Limo. Sampai saat ini, Astra belum memutuskan akan menggunakan nama apa untuk layanan taksi tersebut. 

"Kami belum putuskan, mau pakai nama baru atau sama, masih dirumuskan nanti bersama pihak manajemen," lanjut Jeffery.

Direktur Grup Astra Sudirman Maman Rusdi menambahkan, bisnis taksi memang menjanjikan karena punya peluang yang besar. Tapi, seberapa besarnya SERA yang melakukan penelitian terlebih dahulu.

"Sampai saat ini, BOD (direksi) Astra belum membahas rencana itu. Kalau anak perusahaan membuat rencana, boleh-boleh saja," tukas Sudirman, ketika dikonfirmasi KompasOtomotif.

Selama ini, Blue Bird mendominasi layanan taksi di Ibukota dan sekitarnya karena menawarkan layanan yang relatif lebih baik ketimbang rival. Astra dengan nama besarnya, kini berusaha menandingi layanan penguasa pasar dan diharapkan bisa menjadi alternatif bagi konsumen.

Kir
Di sisi lain, Jeffery juga menjelaskan kendala yang dihadapi perusahaan dalam memperoleh izin Pengujian Kendaraan Bermotor atau lebih dikenal dengan uji kir. Menurutnya, pengujian yang terlalu bertele-tele menciptakan ekonomi biaya tinggi.

"Sekarang kalau mau uji kir, satu hari harus datang semua mobil ke lokasi pengujian, tidak langsung dapat izin. Kemudian datang tiga atau empat hari kemudian, harus bawa lagi semua mobil ke lokasi pengujian, tidak semua juga selesai. Untuk membawa mobil ini butuh biaya yang tidak sedikit masalahnya," keluh Jeffery.

Lihat juga postingan lainnya:

- Tanggapan Positif Toyota atas Rivalitas Yaris dan Jazz

- Aksi Balapan F1 Bakal Dilarang Tayang di Youtube

- Konsumen Pun Ditantang Uji Efisiensi Mitsubishi Mirage

14.59

Aksi Balapan F1 Bakal Dilarang Tayang di Youtube

Paris, KompasOtomotif - Bos Formula 1 Bernie Ecclestone, mengambil langkah tegas untuk menjaga eksklusivitas tayangan F1. Nantinya, setiap aksi balapan jet darat tersebut akan dilarang ditayangkan di media sosial seperti Youtube.

Seperti diberitakan Forbes, Senin (15/12/2014), rencana ini dilakukan buat meningkatkan aktivitas departemen media digital F1. Akan ada lebih banyak staf untuk mengembangkan website, aplikasi, Twitter dan laman Facebook.

"Nanti tidak ada unggah rekaman balapan ke Youtube karena bisa menurunkan penawaran hak siar," tegas Ecclestone.

Pandangan Ecclestone tersebut berbeda dengan yang Donald Mackenzie, orang yang bertanggung jawab dari mayoritas pemegang saham F1. Menurut Donald, ini adalah cara tentang mempromosikan F1 di televisi.

Ecclestone juga mengatakan, timnya akan meninjau perubahan dalam kurun setahun kedepan dan mengukur apakah cara yang akan diambil ini bisa membuat lebih banyak orang menonton balapan F1 di televisi.

"Tujuan kami bukan untuk memindahkan pemirsa dari TV, sudah menjaga penggemar F1 untuk tetap menyaksikan balapan di televisi. Itu akan meningkatkan minat mereka buat datang langsung ke surkuit," tutup Ecclestone.

Lihat juga postingan lainnya:

- Tanggapan Positif Toyota atas Rivalitas Yaris dan Jazz

- Taksi Astra Tantang Dominasi Blue Bird

- Konsumen Pun Ditantang Uji Efisiensi Mitsubishi Mirage
20.13

Tanggapan Positif Toyota atas Rivalitas Yaris dan Jazz

Jakarta, KompasOtomotif - Datangnya Honda All-New Jazz dan kembali memanasnya atmosfer rivalitas dengan Toyota All-New Yaris, ditanggapi positif oleh PT Toyota Astra Motor (TAM). Secara umum Toyota tidak gentar dan masih sangat optimistis dengan hatchbackandalannya tersebut untuk merebut hati konsumen.

Sempat tertinggal karena tidak ada pasokan dan lama tak memunculkan model baru sejak 2007, Yaris baru cukup kembali melambungan asa TAM. Persaingan Yaris dengan Jazz pun kini semakin nyata, karena sama-sama mengusung desain baru yang jauh lebih atraktif dengan segala kelebihan masing-masing.

Direktur Pemasaran TAM Rahmat Samulo mengatakan bahwa hadirnya Jazz baru akan membawa dampak positif. "Untuk konsumen ada pilihan. Tapi untuk kami, Yaris sudah punya segmen yang jelas. Target 2.000 unit per bulan masih sama, bahkan bulan lalu melampaui target," jelas Rahmat Samulo, usai meresmikan program mudik Tenang Bersama Toyota, di Jakarta, (27/6/2014).

Samulo sangat yakin, Yaris baru yang dirilis April 2014 lalu sangat berbeda dengan Yaris sebelumnya, dan punya kelebihan cukup banyak dibandingkan kompetitor. Secara model dikatakanstylish dengan menawarkan kelegaan ruang penumpang maupun barang.

Secara performa mesin, meski masih sama dengan model lama, sudah mengalami penyempurnaan yang cukup jauh. "Kalau dikaitkan dengan persaingan, saya rasa kami punya penawaran lain untuk konsumen, seperti jaringan yang luas dan kemudahan untuk membelinya," tegas Samulo.

Disinggung soal diskon, Samulo menyatakan tak pernah ada strategi seperti itu dan TAM tidak pernah mengarahkan. Andai terjadi pun, dikatakan bahwa itulah mekanisme persaingan di lapangan. Dengan produk yang jauh lebih agresif, TAM berharap Yaris menjadi pilihan utama konsumen hatchback.

Lihat juga postingan lainnya:

- Aksi Balapan F1 Bakal Dilarang Tayang di Youtube

- Taksi Astra Tantang Dominasi Blue Bird

- Konsumen Pun Ditantang Uji Efisiensi Mitsubishi Mirage

15.57

Bridgestone Tunda Produksi Pabrik Baru di Thailand

Bangkok, KompasOtomotif - Kegelisahan pelaku industri otomotif terus melebar di Thailand. Setelah sejumlah pabrikan mobil menyatakan kekhawatirannya, kini giliran salah satu produsen komponen terbesar, Bridgestone, memastikan menunda produksi pada pabrik barunya di Negeri Seribu Pagoda. 

Produsen ban asal Jepang itu, mengaku mengalami penurunan pesanan komponen. Chief Executive Officer Bridgestone, Masaaki Tsuya, mengatakan, surutnya permintaan pasokan dari pabrikan mobil terjadi bukan cuma di Thailand, tetapi di seluruh dunia. Bridgestone memilih untuk menunda produksi beberapa ban spesifik, seperti kendaraan alat berat untuk pertambangan di fasilitas pabrik baru.

"Akan butuh waktu cukup lama sebelum permintaan di segmen alat berat pertambangan kembali memanas. Produksi akan mulai bergulir ketika permintaan mulai masuk," jelas Tsuya, seperti dilansir Bloomberg (17/6/2014).

Tsuya mengatakan, perusahaan mulai memperluas cakupan bisnis dengan menambah kemampuan produksi ban alat-alat berat, untuk pertambangan karena potensi keuntungan lebih baik. Pabrik baru itu semula ditargetkan mulai produksi tahun depan, dengan kapasitas maksimum mencapai 85 ton per hari, bertahap hingga 2019.

Menurut pihak perusahaan, kondisi politik yang tengah memanas di Thailand tidak mempengaruhi kapasitas produksi di pabrik lama. Total tiga pabrik Bridgestone di Thailand masih beroperasi normal dalam kapasitas penuh. Di sisi lain, Honda sebelumnya mengatakan kondisi politik Thailand membuat prinsipal menunda enam bulan pembangunan pabrik ketiganya, sambil menunggu kondisi mulai reda.

Baca juga postingan lainnya:

- Suzuki DR200S, Penggaruk Tanah dan Aspal

- Kartu "Sakti" Garda Oto Ringankan Masalah Kala Mudik

- Mobil Murah Datsun Versi "Hatchback" Akan Hadir September

06.48

Mobil Murah Datsun Versi "Hatchback" Akan Hadir September

Purwakarta, KompasOtomotif – Bagi konsumen yang membidik model Datsun dengan dimensi lebih kecil, bersiaplah, karena Datsun Indonesia (DI) sudah punya rencana meluncurkan Go (hatchback), untuk pasar Indonesia. Pabrik di Purwakarta sudah siap, bahkan uji coba produksi telah dilakukan.

Soal waktu peluncuran, para petinggi Nissan-Datsun Indonesia masih bungkam. Head of Datsun Indonesia, Indriani Hadiwidjaja, hanya mengatakan bahwa versi hatchback akan menyusul. ”Ya, kami segera merilis Go Hatchback, tapi saya tidak bisa bicara sekarang. Yang jelas tahun fiskal ini,” begitu penjelasannya, Kamis (8/5/2014) di Purwakarta.

KompasOtomotif juga sempat mengulik informasi dari Vincent Cobee, Corporate Vice President dan Head of Datsun Bussiness Nissan Motor Co Ltd, dalam penganugerahaan Datsun Rising Challenge, dua hari sebelum peluncuran Go+ Panca. Dirinya mengatakan hal senada, bahwa versi hatchback akan menjadi incaran selanjutnya.

”Soal waktu peluncuran, kami tidak bisa beberkan. Yang jelas pasar hatchback di Indonesia juga besar meski tak sebesar mobil dengan jok tiga baris. Ini membuat kami memutuskan untuk memasarkan dua produk (Go+ Panca dan Go Hatchback). Anda sebagai media sangat antusias, ini pertanda baik,” kata Cobee sambil bergurau.

Produksi SeptemberMeski demikian, KompasOtomotif mendapat titik terang dari jajaran produksi yang dilakukan di pabrik ke-2 Nissan. Rery Harlisana, Production Control pabrik, mengatakan dalam tur singkat, bahwa sekitar September pabrik akan mulai memproduksi Go hatchback lima penumpang. ”Saat ini masih trial (uji coba). Yang jelas line-nya sedang dipersiapkan,” katanya.

Jika produksi dilakukan September, kemungkinan peluncuran dilakukan akhir tahun 2014, dan pengiriman unit bisa dilakukan akhir tahun (antara November-Desember) atau awal 2015 yang juga masih masuk tahun fiskal.

Baca juga postingan lainnya:

- Suzuki DR200S, Penggaruk Tanah dan Aspal

- Kartu "Sakti" Garda Oto Ringankan Masalah Kala Mudik

- Bridgestone Tunda Produksi Pabrik Baru di Thailand