Selasa, 02 September 2014

Peluang Relokasi Investasi dari Thailand Masih Terbuka

// // Leave a Comment
Jakarta, KompasOtomotif - Meski banyak pengamat berkata naif, tapi peluang untuk relokasi investasi dari Thailand ke Indonesia masih terbuka. Tapi, dengan catatan, Indonesia mampu mengimbangi daya saing yang dimiliki negeri Gajah Putih sebagai basis produksi otomotif di Asia Tenggara.
I Made Dana Tangkas, Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bidang Pengembangan Industri, menjelaskan, jika melihat perkembangan yang terjadi di Thailand mestinya Pemerintah Indonesia bersama komponen swasta bisa menciptakan peluang itu.

"Membuat Indonesia jadi lebih menarik sehingga investor di sana bisa beralih. Kejadian ini (Thailand) merupakan suatu gambaran nyata, tinggal kita lihat keberpihakkan industri otomotif global dalam hal ini prinsipal," beber Made kepada KompasOtomotif, Senin (2/6/2014).

Keputusan relokasi investasi, menurutnya, sangat bergantung oleh dua faktor utama, pemerintah dan kebijakan prinsipal otomotif global. Apakah, pemerintah menyediakan kebijakan yang mendukung atau prinsipal masih melihat Indonesia sebagai lokasi investasi yang seksi.

"Kejadian jangka pendek ini menjadi pertimbangan (bagi prinsipal), kalau terjadi laku, sampai beberapa kali, saya kira Indonesia bisa jadi alternatif lokasi investasi mereka, melihat kondisi yang ada," lanjut Made.

AnjlokData ASEAN Automotive Federation, mencatat, periode Januari-April 2014 total penjualan mobil di Thailand tercatat 297.431 unit, anjlok 43,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mencapai 522.929 unit. Sementara di Indonesia, total penjualan empat bulan pertama tahun ini mencapai 435.382 unit, naik 9,3 persen dari sebelumnya 393.249 unit.

Dari angka produksi, Thailand juga turun 27,8 persen menjadi 644.222 unit dari sebelumnya 891.941 unit. Sedangkan Indonesia mencapai 461.373 unit, naik 18,3 persen dari sebelumnya 390.035 unit, meski masih kalah dibandingkan Thailand.

Jika melihat angka ini, maka kesempatan Indonesia menggeser Thailand sebagai pasar terbesar di Asia Tenggara terbuka lebar. Meskipun, saat ini, kalangan agen tunggal pemegang merek (ATPM) masih dipusingkan oleh kondisi stok yang menumpuk di pasar domestik Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar