Minggu, 31 Agustus 2014

Toyota Thailand dan Indonesia Berebut Jatah Ekspor

// // Leave a Comment
Jakarta, KompasOtomotif - Kondisi perekonomian yang tengah terpuruk di Thailand membuat sejumlah prinsipal otomotif di negara itu kelimpungan. Pasar domestik yang turun hingga 43,1 persen pada periode empat bulan pertama tahun ini, membuat mereka mencari cara untuk menjaga perusahaan tetap bisa untung.

Satu-satunya cara adalah dengan mengimbangi penurunan pasar domestik melalui kinerja ekspor. Cara ini, bisa membuat kapasitas pabrik yang sudah beroperasi (utilisasi) tidak terlalu terganggu dan mengurangi pemasukan perusahaan.

Maklum saja, Toyota saat ini punya kapasitas produksi 800.000 unit di Thailand, jauh di atas (Toyota) Indonesia yang cuma 250.000 unit per tahun. Dengan kapasitas yang besar ini, sumber internal Toyota Indonesia mengatakan, saat ini (Toyota) Thailand lagi berusaha untuk meminta pada prinsipal untuk mengembalikan jatah ekspor yang semula sudah dilimpahkan ke Indonesia.

Kini,  Toyota Indonesia di bawah naungan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan PT Toyota Astra Motor mencoba mati-matian mempertahankan ekspor. Menanggapi hal ini, I Made Dana Tangkas, Direktur TMMIN, masih belum mau gamblang menjelaskan masalah yang terjadi.

"Tentunya, perkembangan ekspor (Toyota) Indonesia sangat positif, konsumen bisa melihat dari beberapa negara di Timur Tengah yang menyambut baik produk dari Indonesia. Kalau bicara soal itu (relokasi ekspor), saya masih belum bisa menjawab karena menunggu situasi total, tidak bisa langsung," beber Made kepada KompasOtomotif, Senin (2/6/2014).

Relokasi
Indonesia selama ini masih dibayang-bayangi Thailand sebagai basis produksi utama Toyota di Asia Tenggara. Fortuner misalnya, sejak 2010 akhirnya prinsipal memutuskan untuk mulai memindahkan basis ekspor SUV menengah itu dari Thailand ke Indonesia. Relokasi ini cukup alot melalui tarik-ulur kepentingan antara Toyota Indonesia dan Thailand.

Tahun lalu, Toyota Indonesia juga mulai berhasil "merampas" jatah ekspor Yaris dan sedan Vios dari Thailand. Tapi, lepasnya ekspor Yaris dari Thailand ternyata sengaja dilakukan, karena Thailand akan memproduksi varian Yaris lain bergenre "Eco Car". Model ini dipercaya punya potensi pasar jauh lebih besar ketimbang model mesin konvensional yang dilimpahkan untuk Indonesia.

Kini, Toyota Thailand coba mengembalikan jatah ekspor yang dilimpahkan ke Indonesia, dengan dalih menjaga kesehatan perusahaan menghadapi krisis politik di negeri gajah putih. "Soal itu saya belum bisa bicara banyak," lanjut Made.

Tahun lalu, kinerja ekspor Toyota Indonesia tercatat 118.000 unit. Dengan target kenaikan itu, maka Toyota berusaha mengejar pengiriman unit secara utuh (CBU) mencapai 153.400 unit. 

0 komentar:

Posting Komentar